Suatu hari ada seorang teman yang disela sela ceritanya pernah bilang ke gue kalo " seandainya aja dia lebih milih jadi pemaen bola ketimbang sok serius belajar waktu SMA dulu". Dia menyesalkan keputusannya waktu itu. That was a bad decision. But hey that's life." he said gloomy (tapi sok tegar. :P )
Semua orang seenggaknya pernah merasakan hal ini sekali dalam hidupnya. "ahh..seandainya aja dulu gue..." "Duh, coba kalo waktu itu gue milih....". Pikiran seperti itu aering membuat kita terbang ke masa lalu.berharap ada remote control canggih di film Click. Atau bahkan berharap ada mesin waktu yang bisa kita naiki dan memperbaiki keadaan yang (kita anggap)salah.
yah, kata kata 'seandainya' itu emang sangat menolong untuk memperburuk keadaan. Dalam sekejap mood pun langsung anjlok ke level paling bawah. Penerimaan diri terhadap masa yang sedang dijalani sekarang pun semakin mengabur. Kita terperangkap pada kekecewaan, stuck antara ingin melangkah keluar dan menikmati ketidak berdayaan.
Tepat seperti apa yang di bilang Pink di lagu Fu*kin' Perfect. Sometimes, we made a wrong turn -once or twice. Bad decision is alright. yap. Kita sering menduga duga bahwa ini salah itu salah tapi sebenarnya kita tidak tahu apa yang paling benar. Kita hanya pemain yang diberi peran sebagai manusia. Tentu ada seorang sutradara yang paling tahu apa yang terbaik untuk para pemainnya. Ingat yang menurut kita BENAR belum tentu yang TERBAIK. :)
Senin, 31 Januari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Total Tayangan Halaman
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

0 komentar:
Posting Komentar